Tampilkan postingan dengan label Mom and Kids. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mom and Kids. Tampilkan semua postingan

Rasul Itu Orang Yang Paling Amanah

astutiamudjono.wordpress.com | Kamis, Oktober 05, 2023 | | | | 9 Comments so far


Suara penjual mie tek tek yang lewat di depan rumah Asyifa terdengar semakin nyaring. Suara itu sering digunakan oleh uminya Asyifa sebagai tanda bahwa hari sudah malam dan Asyifa harus segera tidur. Biasanya Asyifa langsung ke kamar mandi menggosok gigi, pipis, cuci muka dan cuci kaki. Setelah itu ia menuju ke kamar memanggil uminya.

Asyifa gadis cilik yang berusia 8 tahun adalah anak Pak Rosyid dan Bu Rosyid. Ia anak tunggal tapi sangat mandiri dan sangat senang membaca dan mendengarkan cerita atau dongeng sebelum tidur.

 “Umi, malam ini kisah apa lagi yang akan umi ceritakan untukku?” Suara Asyifa terdengar nyaring dan penuh harap.

 “ Tenang sayang umi masih punya banyak kisah yang bagus dan menarik sebagai pengantar tidurmu. Tapi tunggu sebentar ya biar umi rapihkan dulu meja makan dan piring yang baru selesai umi cuci.” Jawab uminya dari ruang makan.

 “ Baik umi. “ Rasa ingin tahu Asyifa tentang kisah yang akan diceritakan uminya membuat ia tidak sabar. 

Langkah Bu Rosyid menghampiri kamar Asyifa terasa lamban karena Asyifa hampir tak sabar menunggunya. Maklum Asyifa paling suka bila Uminya menceritakan berbagai kisah teladan. Bu Rosyid sudah siap dengan buku bacaan tentang betap hebatnya akhlak Rasulullah SAW. Malam ini ia akan berkisah tentang sifat amanah Rasulullah.

 “ Asyifa anak umi yang sholehah, sebelum umi cerita, umi mau tanya dulu boleh?” Bu Rosyid ingin menanyakan apa yang diketahui Asyifa tentang Rasulullah.

 “ Siapa nama ayah Rasulullah? Apa kau masih ingat?” Suara lembut Bu Rosyid mengagatkan Asyifa yang sedang membayangkan kisah berikut yang akan diceritakan uminya malam ini.

 “ Jelas aku ingat umi, nama ayah Rasulullah itu Abdulah Bin…, aku tidak ingat nama Bin siapa, hehehe.” Jawab Asyifa lepas.

 “ Namanya lengkap ayah Rasulullah itu Abdullah Bin Abdul Muttalib. Nah sekarang umi mau bercerita tentang sifat Rasulullah yang harus dimiliki oleh anak umi yang sholehah ini ya! Kau siap menengarkannya Asyifa?” Bu Rosyid masih bertnya padahal Asyifa sudah tidak sabar ingin segera mendengar kisah Rasulullah dan sifat sifatya. Bu Rosyid memulai kisahnya dengan mengenalkan empat sifat Rasulullah yaitu amanah, siddiq, tabliqh dan fathonah. Amanah itu artinya dapat dipercaya.Siddiq artinyaselalu berkata dan berbuat yang benar. Tabligh artinya yang selau menyampaikan dan Fathonah artinya bijaksana. Karena rasulullah memiliki sifat amanah maka prilaku dan tutur kata Rasulullah sangat mulia. Banyak contoh yang diberikan Rasulullah dengan sifatnya sebagai Rasul yang amanah.

 “Asyifa, umi mau beri contoh dari sifat amanahnya Rasulullah ya. Dulu Rasullullah punya seorang sahabat namanya Abdullah bin Abdul Haitsma. Pada suatu hari mereka berjanji akan bertemu di sebuah tempat yang sudah mereka sepakati. Sayangnya Abdullah lupa. Setelah tiga hari barulah shabat Rasulullah itu ingat. Ia pun langsung menuju tempat mereka berjanji. Ya Allah ternyata Rasulullah masih setia menunggu kedatangan sahabatnya yang sudah membuat kesepakatan bersama.Sahabat tersebut sangat malu pada Rasulullah karena telah ingkar janji dan tidak amanah. Sementara Rasulullah tetap memegang janjinya dan setia menunggu sahabatnya sampai datang.” Bu Rosyid melirik Asyifa yang masih semangat mendengarkan cerita ibunya.

 “ Kalau Abi gimana Umi? Apakah pernah tidak amanah?” Tanya Asyifa tiba tiba.

 “ Menurut Umi, Abi itu tergolong ayah yang amanah, karena tidak pernah ingkar janji. Selalu menyampaikan apa yang dipesankan orang untuk disampaikan. Siapapun yang minta tolong pada Abi tidak ada yang pernah dikecewakan, karena Abi sejak kecil sudah diajarkan oleh kakek dan nenekmu bagaimana menjadi anak yang memiliki sifat amanah agar disayang Allah dan juga orang lain.” Bu Rosyid menjawab pertanyaan buah hatinya. 

 “ Tapi Umi kemaren Asyifa di sekolah punya teman yang tidak amanah.” Asyifa menyela cerita uminya. “Lho koq Asyifa tahu kalau temanmu itu tidak amanah?”

 “ Ya tahu lah, Kata Umi kalau amanah itu tidak ingkar janji, dan menyampaikan ketika dimintai tolong temannya. Nah si Linda itu malah sengaja menyembunyikan apa yang seharusnya diberikan pada Amira.” Bu Rosyid jadi berhenti cerita dan kembali bertanya pada Asyifa.

 “ Hmm, umi belum jelas nih, coba cerita lagi gimna itu si Linda dan Amira temanmu?” 

 “ Begini loh Umi, kan Amira minta tolong sama Linda supaya memberikan buku catatan Aura yang dipinjam Amira. Eh sama Linda ngga diberikan malah disembunyikan di laci meja sekolah sampai berhari hari. Waktu ditanya sama Amira Linda menjawab bahwa sudah dikembalikan. Nah Aura yang punya buku mengingatkan Amira agar segera mengembalikan bukunya. Langsung Amira kaget karena merasa sudah mengembalikan dengan minta tolong Linda. Ehh waktu Linda ditanya masalah itu Linda pura pura lupa dia bilang begini; “Yang mana ya? Kapan? Ngga ada tuh bukunya di aku. Begitu Umi jawab Linda. Akhirnya aku ikut jadi saksi Umi, kalau Amira pernah minta tolong sama Linda tapi ngga disampaikan.” Asyifa mengakhiri penjelasannya.

 “Asyifa kau benar, Temanmu itu termasuk yang tidak amanah. Ia sudah mengecewakan temannya. Padahal ia dipercya dan dimintai tolong. Andai ia amanah dan segera menyampaikan pasti Amira dan Aura senang dan berterima kasih. Malaikat juga mencatat amal kebaikannya hari itu.” Bu Rosyid senang karena Asyifa bisa membedakan sifat orang yang amanah dan tidak amanah.

 “Sekarang Umi ceritakan lagi kisah Rasullullah dengan sifat amanahnya itu ya!, Mau?” Kata Bu Rosyid sambil mengelus kepala Asyifa. 

“Nah yang ini kisah ketika Rasulullah mendapat hadiah berupa sebidang tanah yang subur dari sahabatnya Abu Thalhah. Rasulullah menerima pemberian itu dengan hati hati. Rasulullah tidak menguasai ladang yang subur itu secara pribadi atau hanya untuk kepentingan keluarga Rasulullah sendiri, melainkan Rasulullah sebelum memanfaatkannya justru memanggil sanak keluarga dari Abu Thalhah yang tidak mampu dan memberikan ladang tersebut kepada mereka. Dan akhirnya mereka menjadi orang berkehidupan layak tidak miskin lagi. Dengan sifat amanahnya itu Rasulullah bisa menjadi teladan bagi pengikutnya di zamannya." Mata Bu Rosyid berbinar membayangkan betapa mulianya sifat amanah Rasulullah itu. 

 “ Umi, masih ada ngga sifat amanah Rasulullah yang paling hebat?” Asyifa bertanya lagi. “Sebenarnya banyak sekali, tapi nanti kalau kau sudah bisa membaca yang lancar dan guru Agamamu juga mengajarkan kelak kau akan semakin kagum pada pribadi Rasulullah itu. Umi beri satu contoh lagi ya!” 

 “ Rasulullah itu pernah dijadikan sebagai juru damai dari suatu pertikaian gara gara mau meletakkan hajar aswad di sudut Kabbah. Dengan sifat amanah dan tidak ingin melukai atau membuat kaum yang lain marah maka keempat kaum yang bertiaki itu diminta Rasulullah untuk membawa hajar aswad secara bersama sama dengan meletakkan batu itu bada selembar kain lalu diangkap bersama sama oleh kaum yang memperebutakan tadi. Alhamdulillah semua merasa puas dan tidak ada yang merasa menang dan kalah.” Sesekali Bu rosyid melirik Asyifa yang sudah hampir terlelap.

 “ Asyifa jangan tidur dulu sudah hampir selesai kisahnya.” Bu Rosyid menepuk pipi Asyifa dengan penuh kasih sayang. “Karena Rasulullah memiliki sifat mulia salah satunya itu amanah, sudah layak bila Rasulullah mendapat gelar Al Amin yang artinya orang yang dapat dipercaya, memiliki jiwa yang besar, jujur, patuh, dan memenuhi janji. Dan dalam hadist HR Ahmad dan Abu Daud Rasulullah bersabda.; "Tunaikanlah amanah terhadap orang yang mengamanatimu dan janganlah berkhianat terhadap orang yang mengkhianatimu," 

“ Asyifa dari kisah ini umi berharap kau bisa jadi anak yang sholehah, memiliki sifat amanah, disayang Allah, saudara dan teman teman dan yang terpenting, terus belajar dari berbagai sifat Rasululullah yang berakhlaqul kharimah.” 

“ Amin YRA. Alhamdulillah terima kasih umi untuk kisahnya mala mini. Asyifa masih menunggu kelanjutan sifat Rasulullah yang lain besok malam ya Umi.Sekarang akau mau baca doa sebelum tidur dulu ya.” Ucap Asyifa sambil menahan kantuk.

 Bu Rosyid menyelimuti Asyifa yang terlelap dan meninggalkan kamarnya.

                                                         ******
Read More

Endorsmen Bukuku

astutiamudjono.wordpress.com | Senin, Mei 28, 2018 | 2 Comments so far
ENDORSMENT/ TESTIMONI Buku Merawat Harapan , ditulis oleh pengarangnya Berdasarkan pengalaman hidup menjadi orang tua yang mendidik anak-anaknya hingga menjadi sukses dengan bekal pengetahuan keterampilan dan sikap yang akan menjadikan orang tuanya bahagia dunia dan akhirat. Sangat cocok bagi para orang tua di era sekarang yang harus berhadapan dengan dunia yang begitu complicated sementara pedoman yang dimiliki untuk bekal mendidik anak minim diperoleh dari sekolah, keluarga, maupun lingkungan. Selamat Bu Astuti, atas penerbitan buku nya. Semoga bisa menjadi referensi bagi para orang tua yang ingin merawat harapan agar bisa masuk surga karena anaknya. ( Mampuono, Sekjen IGI ) Mendidik anak adalah tantangan bagi orangtua untuk merawat harapan dan imbalannya bahagia dunia akherat. Tidak percaya? Bacalah buku ini dan petik mutiara makna dan hikmahnya. ( _Much. Khoiri: dosen, editor, penulis 33 buku dari Unesa Surabaya_) Luar biasa, buku Merawat Harapan yang ada di hadapan pembaca ini adalah buku parenting. Buku ini penting dan harus dibaca buat calon ibu maupun yang sudah menjadi ibu. Saya rasa tidak hanya ibu atau calon ibu saja, tapi juga ayah dan calon ayah. Penulis jeli menangkap kebutuhan orangtuanya terhadap anak pada abad 21 ini. Mengungkap secara religius yang merupakan dasar dari Tarbiyatul Awlad. Bahkan disinggung juga tentang asupan gizi dan cara belajar yang baik. Selain itu penulis juga melengkapi dengan tips sikap orangtuanya dalam mendidik anak. Saya merekomendasikan buku ini. Barakallah untuk Bu Astuti yang sangat luar biasa. ( Zulaeha.IGI Wonogiri pegiat literasi dan penikmat buku tinggal di Wonogiri )
Read More

The Power of Mother's Prayer

astutiamudjono.wordpress.com | Senin, Maret 26, 2018 | Be the first to comment!
Judul buku The Power Of Mother’s Prayer ( Buku Panduan Mendidik Anak Berakhlak Mulia dan Bermental Juara ) Penulis. Dra. Sri Sugiastuti, M Pd Alumni MWC 5 Jateng Wisma Haji Donohudan Sinopsis Mendidik anak bukan persoalan yang mudah. Di era globalisasi, kecanggihan teknologi, persaingan hidup yang semakin berat, carut marutnya pemerintah dalam mengambil kebijakan dalam banyak hal, sangat mempengaruhi warna generasi penerusnya. Mudahnya mengakses hal yang baik dan buruk juga ikut andil membentuk mental dan karakter anak. Peran orang tua, pendidik dan pemerhati dunia anak, dan pendidikan menjadi garda terdepan untuk menyelamatkan generasi penerus . Semua orang sadar bahwa anak adalah asset di masa depan. Kesadaran ini harus diimbangi dengan diaplikasikan dalam bentuk tindakan. Bagaimana orang yang paling bertanggungjawab terhadap amanah Allah ini, mendidik, membimbing, mengarahkan dan membekali life skill agar mereka sukses menggapai kebahagiaan dunia dan akherat. Dalam buku ini akan didapati berbagai cara dan panduan lengkap tentang mendidik anak agar beakhlak mulia dan bermental juara. Buku yang terdiri dari 21 Subjudul menjabarkan bagaimana orang tua harus memahami anak, mendongkrak kecerdasannya, membangun masa depannya, mengetahui sifat yang dimiliki oleh anaknya juga bagaimana harus bersikap dalam mendidik anak. Mendidik anak itu harus memiliki strategi yang jitu bagaikan bermain layang-layang. Jiwanya yang labil, perlu bimbingan, tidak harus dikerasi, dibully atau diolok-olok karena tidak sama dengan temannya. Tiap anak dengan sifat dan sikapnya yang berbeda mengharuskan orang tua lebih bijak bagaimana harus membimbingnya dengan ilmu parenting yang pas dan bisa diterapkan dengan mudah. Orang tua juga harus punya panduan dan kiat khusus, kapan harus memberi pujian, mengajarkannya supaya mandiri dan meraih bintang di langit sesuai dengan cita-citanya. Dan yang tak kalah penting orang tua harus mengawal anaknya dengan doa dan ucapan yang baik, tidak mudah emosi dan secara istiqomah mengawal anaknya hingga sukses dunia akherat. Dalam Buku ini akan dibahas bagaimana sebaiknya orangtua, pendidik dan siapapun yang peduli dengan masa depan anak harus berbuat atau melakukan sesuatu sebagai upaya mencetak generasi yang cerdas secara intelegensi, emosional, spiritual dan berakhlak mulia. Anak dengan segala keunikannya harus dibekali dengan modal yang tepat . Mereka sangat membutuhkan keteladanan, ketelatenan, kasih sayang, perhatian, pujian, dan terus didorong semangatnya sesuai dengan perkembangannya dari mulai dalam kandungan hingga tumbuh dewasa. Anak harus terus dipacu agar bisa berprestasi dan menggali seluruh kecerdasan yang mereka miliki dan akhirnya menghasilkan prestasi yang gemilang. Untuk itu perlu pendekatan yang tepat sesuai dengan kapasitasnya sebagai seorang anak dengan kelebihan dan kekurangannya. Teori pendidikan, teori kecerdasan, contoh orangtua yang berhasil dalam mendidik anak, kegagalan yang sering dialami orangtua dalam mendidik anak, dan pengaruh motivasi untuk kesuksesan anak juga dikupas tuntas dalam buku ini. Yang menjadi masalah adalah ketelatenan dan keistiqomahan kita dalam menerapkan pendidikan dalam rumah. Dan juga kominten kita dengan pasangan dalam menerapkan aturan yang tepat untuk kehidupan anak. Berbagai masalah yang sering dihadapi orangtua dalam meluruskan tingkah laku anak remaja sangat memerlukan contoh kongret dalam penanganannya. Contoh kasus dan upaya yang harus dilakukan orang tua dalam memilih solusi yang tepat juga dikupas dalam buku ini. Buku ini wajib dibaca oleh orang tua, guru, pemerhati pendidikan dan juga yang peduli dengan generasi mendatang agar mereka jadi generasi penerus yang berakhlak mulia dan memiliki kepandaian yang bisa membanggakan keluarga, bangsa dan agama. Semoga buku ini bisa dijadikan panduan, rujukan, atau wacana yang menginspirasi para orang tua, pendidik dan pemerhati anak yang haus akan bacaan tentang parenting yang sukses.
Read More

My Beloved Daughter is Norma Wulan Kurniasih

astutiamudjono.wordpress.com | Sabtu, November 22, 2014 | | 11 Comments so far
">Hamil dan melahirkan jadi dambaan bagi seorang yang berpredikat istri dan tidak pernah menyalahi kodratnya. Begitu juga dengan aku walau dua kali gagal mempertahankan kehamilan, harus tetap semangat dan optimis dalam mewujudkan  harapan ayah bundaku yang ingin menimang cucu secepatnya. Begitu juga mewujudkan janji kami ketika menikah untuk membangun sebuah keluarga yang sakinah mawadah warhomah.

 

 Aku sulung dari 3 bersaudara yang menikah di usia 25 tahun. Setelah menikah genap 3 bulan aku dinyatakan hamil. Alhamdulillah, hatiku berbunga bunga begitu juga suamiku dan ayah bundaku. Ritual yang aku jalani hampir sama dengan ibu ibu hamil lainnya. Sejak aku dinyatakan hamil aku rajin ke dokter kandungan, menjaga pola makan, menjaga kesehatan, dan menjadi agak manja juga sering minta perhatian.



Di awal kehamilan alhamdulillah aku baik baik saja. Padahal biasanya banyak ditemukan keluhan pada Bumil di tri wulan pertama kehamilannya. Prilaku saat aku hamil yang aku ingat aku senang sekali makan semangka. Lalu perlahan tapi pasti berat badanku bertambah. Aktivitasku tidak terganggu dengan kehamilan ini. Aku benar benar menikmati kehamilanku yang pertama ini hingga usia kandungan memasuki bulan ke 8.



Ya, aku ingat dengan perut buncit dan gaun pesta ala Bumil, aku menghadiri undangan pernikahan temanku. Banyak tamu yang aku kenal memberi ucapan selamat dan mendoakan keselamatan diriku dan calon bayiku. Tapi apa yang terjadi? Allah justru berkehendak lain. Bayi dalam kandunganku yang biasanya menyapaku dengan sikut sana sini, atau menendang sayang bagian pinggul tubuhku, tak lagi kurasakan. Bunda segera mengajakku ke dokter dan kulihat ada rasa cemas di matanya, ketika aku lapor tentang calon bayiku.



Pemeriksaan berjalan cukup lama waktu itu USG hanya ada di RS besar. Kandunganku hanya dideteksi dengan alat yng menyalurkan gelombang suara. Dokter dengan tegas menyatakaan bahwa calon bayiku sudah meninggal. Mataku terasa gelap dan dunia seakan runtuh. Secepatnya bayi yang sudah tidak bernyawa itu harus dikeluarkan.



Suamiku, ayah bunda dan kedua adikku menghiburku; “ Ikhlaskan ya, mungkin ini yang terbaik,” Aku sendiri sudah kehabisan airmata, mataku sembab dan kepalaku rasanya melayang, mulutku tak henti beristiqfar sambil kunikmati akibat dari obat pemacu agar kontraksi lebih sering dan sang bayi segera keluar.



Ketika dokter dan bidan yang membantuku memberi komando agar akun mengejan, aku berharap mendengar suara tangisan bayi yang melengking, seperti yang sering kulihat di sinetron. Ternyata tidak. Bayi itu memang sudah meninggal. Innalilahiwainailahi rojiun. Suamiku memberi nama bayi ganteng itu “ Ibnu Faisal Hanif Mufida. Seorang anak lelaki yang teguh dan berguna.  Aku ikhlas ya Allah semoga jihadku membuatMu ridha.



*****



Pasca melahirkan anak pertama dokter berpesan agar aku jangan hamil dulu selama 6 bulan. Rahim perlu istirahat. Dan kami suami istri diminta untuk memeriksakan diri dan mencari tahu penyebab kematian bayi pertamaku. Tapi belum genap 6 bulan. Menstruasiku berhenti. Ketika tes urine, aku positif hamil lagi. Alhamdulillah sujud syukur ku panjatkan pada Allah. Aku lebih berhati hati menjaganya. Bila di kehamilanku yang pertama aku biasa periksa di dokter kandungan yang memiliki rumah bersalin saja, Saatnya kau periksa di Rumah sakit umum yang lebih besar, agar segala sesuatunya bisa lebih baik lagi.



Dokter memberi obat penguat rahim yang paten. Berharap bayiku sehat, dan bisa bertahan di rahim hingga benar benar siap hidup di dunia. Ngidamku kali ini pun tidak terlalu aneh. Sesekali aku ngiler juga dengan segarnya es kelapa muda. Ternyata segernya itu membuatku ketagihan, sehingga hampir tiada hari tanpa es kelapa muda di rumah. Padahal mitos mengatakan bahwa air kelapa tidak bagus untuk bayi dalam kandungan.



Menginjak usia kehamilan 6 bulan, dokter memeriksa  dengan USG. Terdeteksi berat bayiku dan posisinya yang sungsang. Dokter menganjurkan agar aku mengikuti senam hamil, agar posisi bayiku normal, supaya kelak bisa melahirkan normal. Usai pemeriksaan aku dirujuk untuk mengikuti senam hamil, yang kebetulan hari itu ada jadwalnya. Bergabunglah aku. Tidak pernah senam hamil sejak awal jadi aku merasa cukup melelahkan.



Selesai senam aku pulang. Jarak rumah sakit ke rumahku cukup jauh dan untuk menghindari macet aku pilih naik bajaj. Tanpa memperhitungakn getaran mesin bajaj yang menggoyang perutku. Setiba di rumah ketika mau buang air kecil dan cuci kaki, aku merasakan ada sesuatu yang menempel di CD ku semacam bekas cairan berwarana merah jambu. Langsung aku cerita ke bunda.” Perutmu nyeri ngga Nduk?bunda balik bertanya. Belum sempat kujawab bunda langsung memutuskan agar aku segera balik ke rumah sakit.



Aku akhirnya merasakan kontraksi yang lebih sering ketika perjalanan menuju ke rumah sakit. Suamiku yang masih di kantor juga dihubungi. Kami hampir tiba di rumah sakit dalam waktu yang bersamaan. Dokter jaga rumah sakit segera ambil tindakan, memasukkan obat penguat rahim melalui tabung infus yang ada di lenganku.



Sementara aku ditangani oleh perawat, aku tidak mendengar apa yang dijelaskan dokter pada suamiku dan bunda. Mereka menghampiriku dengan gugup dan berusaha menghiburku. Entah mengapa aku langsung dibawa ke ruang bersalin; “ Apa mungkin bayiku akan lahir prematur?”batiku bertanya.



Sungguh tak akan pernah aku lupakan, di saat kontraksi di perutku semakin mendera aku tak tahan menahan mules dan ada yang mendesak di bawah perutku. Saat itu sedang pergantian perawat jaga, sedang suamiku dan bunda tidak boleh masuk. Mereka hanya mendengar rintihanku menahan sakit. Untuk mengurangi rasa sakit, aku banyak bergerak dan ketika aku aku membalikkan badanku ke posisi miring, air ketuban pecah dan aku berteriak memanggil perawat. Mereka tergopoh masuk melakukan tidakan.



Ceprot sisa air ketuban yang lebih banyak dan bayiku keluar bersamaan. Ku dengar tangis perlahan, tubuhnya yang mungil dipenuhi bulu kalong, ada bercak biru di kaki kirinya. Aku dalam keadaan sadar  jadi aku tahu bahwa berat badan bayiku 1,3 kg. Dengan keadaan paru parunya belum sempurna.” Ya Allah kuatkan hatiku untuk menerima kenyataan ini.”  Aku telah melahirkan anak ke dua



Sehari setelah melahirkan ASI ku keluar cukup deras, tapi mulut mungil itu tak sanggup menikmatinya. Keadaannyapun tidak stabil. Dokter memutuskan aku boleh pulang dan babyku dirawat sampai berat badannya cukup untuk bisa dirawat di rumah. Dengan nahan rasa yang ngga karuan kutinggalkan si gantengku itu di RS. Suamiku memberinya nama Ibnu Alit Kartika Bintara.



Bunda, adikku dan suamiku tiap hari bolak balik ke RS tempat babyku dirawat, mengirim ASI dan kebutuhan lainnya. Hari penuh harap cemas kulalui sekitar 2 minggu. Segala macam obat yang bisa mempertahankan dia hidup sudah dicoba. Kembali aku tak kuasa melawan takdir. Allah mengambilnya. Buku tentang perawatan bayi prematur yang kubaca dan kupelajari tidak bisa kupraktekkan saat itu.



******



Duakali hamil dua kali kehilangan, sungguh menyakitkan bagi orang yang tidak beriman. Alhamdulillah aku tidk stress. Aku masih punya harapan dan berprasangka baik padaNya. Aku harus hati hati dan tidak trauma untuk bisa hamil lagi demi mendapatkan buah hati. Aku dan suami rajin konsultasi dari dokter kandungan yang satu ke dokter kandungan yang lainnya. Ada teman yang menyarankan ke Dr A itu bagus, aku turuti. Ke Dr C katanya canggih dan banyak yang berhasil ya, aku coba. Kami berdua menjalani pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya. Apakah dari faktor internal atau eksternal. Menjalani berbagai pemeriksaan dan mengikuti apa yang disarankan membuahkan hasil. Dua tahun setelah peristiwa kehilangan itu, aku dipercaya Allah hamil lagi. Alhamdulillah. “Wah ini yang ketiga loh nduk, harus esktra hati hati!” pesan bunda wanti wanti.



Menjaga kehamilan ini jadi prioritas dalam hidupku, menjelang usia bulan ke 5 aku harus bedrest. Istirahat total dari pekerjaan kantor dan hanya mengerjakan yang ringan ringan saja. Bagiku ini  kadang membosankan. Rasanya tak sabar  ingin melihat bayiku lahir, sehat dan tumbuh normal.



Masa kehamilanku kali ini, aku begitu tenang, ngga ada rasa was was rajin ke dokter dan sesekali kuselingi mengunjungi bidan yang tinggal ngga jauh dari rumah. Malah aku berpikiran positif dan yakin kali ini aku akan dipercaya Allah mendapat momongan. Aku berharap kalau ngga ada kelainan aku mau melahirkan dibantu bidan.



Perkiraanku melahirkan sudah dekat. Malam itu aku periksa ke dokter. Senyum dokter dan ucapannya melegakan hatiku;”Tinggal tunggu waktu semua baik baik saja.”. Pagi usai sholat subuh, aku berniat jalan cepat dan berlatih pernafasan sesuai yang dianjurkan dokter. Tapi belum sempat aku melangkahan kaki ke luar rumah, aku merasa ada yang basah di sela pahaku. Apakah ini tanda air ketuban sudah pecah?



Karena suamiku sedang ke luar kota, bunda menyarankan aku agar ke Bidan tetangga dulu supaya diperiksa nanti baru ke RS. Aku hanya ditemani pembantu jalan kaki menuju rumah bu bidan. Kusempatkan minum madu dan makan pisang ambon sebelum berangkat. Bu bidan memeriksa dengan sigap;” Mau ke RS atau saya bantu? Sudah mbuka tinggal siap mengejan saja insyaallah lancar. Siap ya?



“ Yang terbaik saja Bu,” Jawabku tenang. Sementara asisten bidan menyiapkan segala sesuatu, Bu bidan dengan santai mengajakku ngobrol, hingga saatnya ia memberi perintah agar aku mengambil nafas dalam dalam dan mengejan.Bayi mungil perempuan dengan berat 3,2 kg menangis keras. Ayah bunda yang menunggu di luar sejak tadi pasti bahagia mendengarnya.



“Alhamdulillah ya Allah akhirnya, Kau beri aku kesempatan menjadi seorang ibu di dunia ini.” Kupandangi bayi mungil berambut lebat dengan kulit agak gelap. Cantiknya bidadariku. Kunikmati pertama kali lidahnya yang kasar menyentuh putingku. Kau menyatu dengan Ibu di alam dunia. Betapa bahagianya jadi Ibu dan hampir tidak percaya. Bayi yang selama ini kubawa kesana kemari di dalam perutku sekarang ada dalam dekapanku menyatu bersama nafasku.



******



Norma Wulan Kurniasih, nama cantik pemberian bunda untuk buah hatiku. Hampir semua perkembangannya kudokumentasikan. Makanan kesukaannya, lagu anak anak yang dihafal. “Perkembangan motorik dan lagak gayamu semua terekam indah di memori ibu, Nak. Kau dari tahun ke tahun  tumbuh sehat dan hampir tidak pernah sakit. Ibu sangat bersyukur mendapat amanah dari Allah untuk menjagamu.” Itu kalimat terakhir yang kutulis di diaryku.



Andai Allah memberinya umur panjang saat ini ia sudah menyelesaikan kuliahnya. Tapi Allah pun begitu menyayangi buah hatiku. Tepat usianya 4 tahun dua bulan nyamuk nakal meregutnya. Allah masih mengujiku. Ibu menyesali diri atas keteledoran yang kuperbuat. Aku terlena dengan pekerjaan dan tidak waspada adanya bahaya penyakit Demam Berdarah.



Tiga buah hatiku ada dalam genggaman Allah sang Maha Kuasa. Aku sudah diberi kesempatan untuk hamil, melahirkan dan merawatnya walau sekejab. Terima kasih ya Allah masih Kau izinkan aku bahagia menerimah hadiah terindah dariMu.


“Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Hamil dan Melahirkan ala Bunda Salfa”



 




Read More

Melatih Anak Agar Kecerdasannya Tumbuh Optimal

astutiamudjono.wordpress.com | Kamis, Maret 06, 2014 | 6 Comments so far

Anak Cerdas idaman keluarga sumber gambar foto pribadi Aura dan pialanya

Ini  hal yang harus dilakukan aanak kalau ingin cerdas. Harus ada sikap dan perbuatan yang nyata dari anak itu sendiri dan orangtua cukup mengawasi dan memberinya semangat. Bila orangtua lebih dini menyiapkan anak untuk berlatih, maka hasilnya pun dapat terlihat baik dalam sikap anak, prestasi belajarnya yang menunjukkan bahwa dengan melakukan apa yang disarankan. Berikut ini tindakan atau latihan yang harus dilaksanakan anak untuk mendongkrak kecerdasannya;
·         Awali dengan mengatur pernafasan. Tarik nafas dalam-dalam melalui hidung. Olahraga pernafasan ini sangat penting karena memberikan asupan oksigen lebih banyak pada darah dan otak. Bila tingkat oksigen rendah pada darah maka akan mengurangi fungsi otak. Jadi lakukanlah secara rutin olahraga pernafasan ini. Dengan cara mengambil nafas dalam-dalam melalui hidung dan  membuangnya perlahan-lahan melalui mulut.
·         Buatlah buku harian atau jurnal
Dari buku harian atau jurnal banyak manfaat untuk kecerdasan. Survei membuktikan kebanyakan dari para jenius memiliki jurnal atau buku harian. Contohnya Isaac Newton, Einstein, dan Thomas JeffersonBukti lain mengatakan dan menemukan bahwa semua orang jenius tersebut merupakan penulis jurnal atau buku harian yang rajin. Juga, ingatlah bahwa Thomas Edison menulis 3 juta halaman catatan, surat, dan pemikiran pribadinya dalam ratusan jurnal pribadi sepanjang hidupan.
Belajar, belajar dan belajar. 
Semakin sering otak diasah, maka otak akan berkembang kecerdasannya. Ketika anak mempelajari hal-hal baru, sama saja menciptakan bagian aliran arus syaraf baru dalam otak. Orang yang “pintar” adalah seseorang yang memiliki aliran arus lebih banyak dibandingkan dengan orang lain. Otak manusia akan menciptakan aliran arus syaraf dengan mempelajari hal-hal baru; dan semakin beragam hal yang dipelajari, semakin “pintar” pula otak.
·         Membaca, membaca, membaca
 Ketika membaca cepat otak memproses informasi tertulis dalam jumlah besar lebih cepat dan membantu  mengingat informasi tersebut lebih baik dibandingkan dengan metode tradisional yang diajarkan di sekolah. Meskipun kebanyakan teknik membaca cepat mengajarkan  cara untuk menggerakkan mata anda dengan lebih cepat dalam setiap halaman yang  dibaca, sedangakan Photo Reading merupakan sistem membaca yang mengajarakan anda untuk menggunakan pikiran sadar dan bawah sadar anda ketika membaca. Photo Reading dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa bahan bacaan yang mudah dibaca dengan menerapkan beberapa teknik yang berbeda setiap waktu. 

·         Beristirahatlah secara berkala. 
Belajarlah selama 20 menit lalu ambil waktu untuk beristirahat secara singkat. Metode ini efektif karena hal-hal yang anda pelajari pada awal dan akhir pada sesi belajar. Istirahat secara berkala membuat ingatan bertahan lebih lama. Buatlah alarm yang mengingatkan kapan waktunya istirahat. Model alarm bisa diunduh (download) Motivator Software secara cuma-cuma sehingga setiap 20 menit akan muncul pesan pada komputer anda yang mengingatkan anda untuk beristirahat
·         Cooling down atau bermeditasi.  
 Meditasi dapat mengubah struktur otak. Hasil scan MRI dari para meditator menunjukkan kegiatan otak lebih banyak dalam sirkuit otak  khususnya dalam memperhatikan sesuatu. Ketika suara-suara mengganggu diperdengarkan pada para meditator yang sedang melalui Scan MRI, suara-suara tersebut hanya memiliki pengaruh kecil pada area dalam otak mereka yang melibatkan emosi dan proses pengambilan keputusan dibandingkan dengan orang-orang yang tidak bermeditasi atau meditator yang kurang berpengalaman

·          Jauhi makanan yang mengandung gula. Karbohidrat seperti pasta, roti putih dan keripik kentang dapat membuat anak merasa lelah dan malas. Efek dari memakan makanan ini akan membuat anak sulit berpikir jernih. Hal ini merupakan hasil dari insulin yang mengalir dalam darah  untuk menangkal kadar gula yang terlalu tinggi.

·         Biarkan otak tetap bekerja dalam setiap waktu. Jangan suka bengong. Waktu luang tetap bisa digunakan untuk berpikir. 
Manfaatkan setiap waktu, contohnya ketika anda menggunakan transportasi publik atau mengantri, secara produktif. Selesaikan teka-teki silang atau matriks ketika menunggu di antrian dan dengarkan program audio ketika menggunakan transportasi publik.

·          Olahraga yang teratur. 
Seorang pakar menjelaskan bahwa anda bisa meningkatkan mood, mencegah hilang ingatan, mempertajam kecerdasan anda, dan bekerja dengan lebih baik hanya dengan mengolah detak jantung anda dan berkeringat. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa olahraga aerobic membentuk kembali otak kita untuk mencapai kinerja optimal.

·         Panca indra harus tetap dilatih
 Para ilmuwan menemukan bahwa otak manusia belajar paling efektif melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan berbagai indra. Anak-anak dan orang dewasa belajar sangat baik ketika mereka belajar melalui kegiatan yang melibatkan penglihatan, suara, emosi, orientasi ruang, dan bahkan indra pengecap dan perasa.Mike Adams, seorang penulis buku, menjelaskan dalam bukunya bahwa seorang anak yang diberikan definisi “tanpa bobot” secara verbal memperoleh informasi mengenai kata tersebut melalui 1 dimensi: pendengaran. Jika anda menunjukkan kepada seorang anak film mengenai seorang astronot yang mengapung di luar angkasa ketika anda mengucapkan kata “tanpa bobot”, anda memberikan informasi kata tersebut melalui 2 dimensi; dimana si anak melihat dan mendengar kata tersebut. Dan jika anda menyuruh si anak melompat-lompat menggunakan trampoline dan meneriakkan kata “tanpa bobot” ketika si anak berada di udara, pengertian kata tersebut akan semakin tertanam lebih dalam di otaknya.

·          Latihlah gelombang otak Alpha  
.Penelitian menemukan bahwa kondisi ideal untuk belajar adalah ketika otak sedang dalam kondisi santai, namun tetap fokus dan terjaga. Dalam keadaan ini gelombang otak berjalan sekitar 8 hingga 12 siklus per detik, yang dikenal dengan istilah kondisi alpha.

·         Jangan lupa mengkonsumsi antioksidan. 
 Untuk asupan otak sangat memerlukan antioksidan.Antioksidan melindungi sel-sel tubuh anda, termasuk sel otak anda. Beberapa makanan dengan kandungan antioksidan tinggi antara lain: kismis, bluberry, blackberry, bawang putih, cranberry, strawberry, bayam, dan raspberry.

Nah, bagaimana? Tidak terlalu sulitkan! Semua bisa dilakukan dengan mudah. Ayo segera bertindak!


Read More

Sayangi Aku Apa Adanya Please….!

astutiamudjono.wordpress.com | Rabu, Januari 08, 2014 | 8 Comments so far
Salam.Masih dalam edisi sayang anak nih, sekedar berbagi dan menyegarkan ingatan kita untuk berkasih sayang dalam keluarga. Karena ini hal yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Jika ingin mewujudkan rasa kasih sayang pada anak maka kita harus mengetahui karakteristik anak. Mulai dari banyak bergerak sampai memiliki sifat egois harus kita pahami dengan sungguh-sungguh. Dan selalu ada perubahan karakter pada anak yang harus dipahami sejalan dengan perubahan usianya.

 Prinsip menyayangi anak adalah “ sayangi Aku apa adanya” karena di antara rahasia membentuk keutuhan kepribadian anak adalah “penerimaan”. Anak terlahir dengan keadaan fisik yang tidak diinginkan atau dipilih oleh orangtuanya . Takdir. Allah yang menciptakan semuanya. Jadi orangtua layak menyayanginya apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Sajikan yang terbaik. Jadikan anak kita sebagai hal yang terpenting dalam hidup, sehingga kita termotivasi untuk memberikan yang terbaik. Apa saja. Jangan hanya sebatas materi.Temani ia bertumbuh dan berkembang .

Dalam berkembang anak membutuhkan sarana seperti unsur materi dan unsur ruhani dan akal.

Unsur Materi.
 Orangtua harus telaten memberi makan anaknya. Beri gizi yang seimbang dari makanan yang didapat secara halal. Sambil menyiapkan makan, berzikir dan berdoalah Anda dengan penuh kegembiraan, cinta , dan pengharapan. Semoga Allah berkenan melunakkan hati anak Anda untuk menyantap makanan itu. Dan menjadikannya makanan yang barokah untuk kesehatan dan amal sang anak. • Unsur Ruhani. Memberi makan ruh dengan bacaan Al Quran, menelaah kandungannya, beribadah, berzikir, mengamalkan sunnah dan melakukan berbagai kebaikan.
Yuk, disimak 10 tips prinsip spiritual parenting dalam merawat dan mengasah sukma anak-anak dipahami dari tulisan yang di tulis Mimi Doe dan Marsha Walch:
 1. Memahami bahwa Allah selalu memperhatikan kita
2. Menyakini kehidupan di dunia akan berklanjut dalamkehidupan akhirat.
3. Mendengarkan anak Anda. Sediakan waktu khusus untuk mendengarkan anak-anak.
4. Kata-kata itu penting. Maka berhati-hatilah dalam berkata
5. Izinkan dan doronglah impian, keinginan, dan harapannya.
 6. Beri sentuhan keajaiban pada hal-hal biasa. Misalnya “Alhamdulillah pahlawanku sudah bangun”
7. Harus lihat situasi dan kondisi antara keteraturan, kelenturan dan keluwesan
 8. Jadilah cermin positif bagi anak Anda. Ekspresikan agar mereka hanya mencontoh atau meniru yang baik saja
9. Lepaskan pergulatan yang menekan.Sederhanakan luapan emosi dalam setiap riak kehidupan.
10. Jadilah setiap hari suatu awal yang baru. Ajak anak untuk selalu berbuat kebaikan yang baru

. • Unsur Akal.

 Unsur lain pembentuk manusia adalah akal. Makanan akal adalah ilmu. Orangtua, rumah dan lingkungan dapat dikembangkan menjadi sarana mencerap ilmu bagi anak-anak. Tinggal kemampuan kita untuk mewujudkannya. Yang terpenting adalah membangun kesadaran anak untuk memiliki jiwa pembelajar sejati. memiliki rasa ingin tahu, berani dan suka bereksplorasi. Pintunya adalah rajin betanya, jangan matikan kreativitas anak dengan membatasi pertanyaan-pertanyaan anak. Yuk, sayangi aku ya.
Read More

Pentingnya Hubungan Harmonis Antara Orangtua dan Anak

astutiamudjono.wordpress.com | Jumat, Desember 13, 2013 | 2 Comments so far
Di dalam rumah tangga pengaruh Ibu sangat luar biasa pada sisi spiritual anak. Ibadah, doa, merendahkan diri, dan memohon pertolongan Allah, menjaga ketaqwaan, dan semangat berjalan menuju nilai spiritual dan kesempurnaan merupakan pelajaran yang tepat menuju kehidupan yang penuh nillai-nilai maknawiah dan keikhlasan. 

Disini terungkap bahwa Islam meyakini bahwa rumah Tangga memiliki pengaruh penting terhadap individu secara fisik, akal, pikiran, jiwa, akhlak, dan spiritual secara seimbang Sebaliknya ciri-ciri rumah tangga yang tidak seimbangpun dipaparkan. Masalah putusnya ikatan rumah tangga, faktor-faktor penyebab, bahaya dan pengaruhnya, juga upaya pencegahan yang dilakukan oleh Islam. 

Pengaruh rumah tangga dalam hal perbuatan dann perilaku anak bersifat seumur hidup. Petunjuk dn pengarahan kedua orangtuanya terutama ibu, merupakan pelajaran yang paling urgen dan berkesan . Karena akan membentuk kepribadian anak. Dengan kata lain akal dan kecerdasaan dan pertumbuhan sebuah masyarakat, baik dan buruknya bersumber dari rumah tangga. 

Pengaruh sosial rumah tangga. Corak kehidupan sosial anak tergantung dari dasar yang dibangun oleh rumah tangga dan pembinaan yang dilakukan di keluarga. Pengaruh yang ada antara lain dari: 

• Pengaruh budaya.Karena rumah tangga merupakan asas kebudayaan dan pembentuk gaya pemikiran seorang anak. 
• Pengaruh Politis.Cara pandang dan perilaku orangtua dalam masalah kebebasan dan peraturan, serta doktrin yang ditanamkan pada nak. 
• Pengaruh Ekonomis. Sikap yang diambil oleh orangtua, produktif, konsumtif, kikir, berlebihan, boros atau dermawan. 
• Pengaruh Interaksi dan komunikasi..Apakah anak bisa komunikasi rutin dengan orangtua dan mendapatkan kasih sayang yang proposional. 

Bagaimanakah rumah tangga yang harmonis? Yaitu harus memperhatikan asas dan ketentuan yang ditetapkan dalam Islam seperti: 

• Pembentukan rumah yang semata-mata mengharap keridhaan Allah dan bukan mengharapkan yang lain. 
• Tujuan Pembentukan rumah tangga adalah melaju ke jalan yang telah digariskan Allah dan selalu mengharap keridhaan-Nya. Dan selalu bersyukur kepada dalam setiap hal. 
• Lingkungan rumah tangga adalah tempat yang cocok untuk pertumbuhan, pendidikan, ketenangan, dan kebahagian para anggotanya. 
• Hubungan antara kedua pasangan harus bisa saling melengkapi dan menyempurnakan hati dan jiwa mereka yang satu. 
• Hubungan dengan anak-anak harus baik. Dari ungkapan Khajah Nasiruddin al-Thusi, Ayah merupakan symbol keadilan dan ibu merupakan symbol kasih saying, dimana keduanya akan memperhatikan masalah merawat dan mengasuh anak. 
• Duduk bersama sesama anggota keluarga untuk saling konsisten dan konsekwen serta sling mengasihi dan menyayangi. 
• Kerjasama dan saling membantu.Orangtua harus membiasakan anak untuk saling membantu dalam kebaikan, menjaga kejujuran dan menghormati orang lain serta ikhlas dalam memberi. 
• Upaya untuk kepentingan bersama. Dalam hal ini mereka bermusyawarah bila berkaitan dengan pendidikan dan pemeliharaan anak, sehingga anak memiliki kepribadian, akrab dengan orangtuanya, dan mempunyai harga diri. 

Dengan semakin kompleknya masalah pendidikan anak yang ada saat ini sudah selayaknya seorang ibu full konsetrasi mendidik anaknya secara benar dan tidak terlena dengan keadaan dan kehidupan yang hingar binger saat ini. 

Sumber: Menggapai Langit Masa Depan Anak 

Oleh Dr. Ali Qaimi; Penerjemah Muhammad Jawad Bafaqih; 

Penyunting M Jawad Penerbit Cahaya Cetakan I Tahun 2002.
Read More

Anak adalah Aset Masa Depan

astutiamudjono.wordpress.com | Jumat, Juni 28, 2013 | Be the first to comment!
“(Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” 
(QS. Luqman (31) ; 13) 

 Benarkah anak sebagai asset masa depan? Benar. Anak-anak adalah amanah dan asset bagi kedua orang tua. Anak yang shalih dan shalihah adalah karunia Allah SWT yang begitu besar bagi orangtua. Bagi orang-orang yang tidak beriman, anak adalah aset masa depan, berharap dapat menjadi tempat bergantung hidup di hari tua. Mendapatkan balasan karena sudah menjadikannya sebagai orang yang sukses. Padahal kenyataannya kelak tidak selalu sama dengan apa yang kita harapakan. Sedang bagi orang-orang yang beriman, anak adalah aset akhirat yang tiada ternilai harganya. Dengan mendidiknya menjadi anak shalih berakhlak mulia insyaallah kita akan menuai hasilnya. 

Apakah tandanya kalau orangtua meyakini bahwa anak adalah asset masa depan? Adakah rasa takut, bila anak yang dititipkan Allah kepada kita, tidak bisa kita didik sesuai dengan yang diamanahkan Allah? Adakah rasa cemas ketika anak yang diamanhkan Allah kepada kita sebagai modal berharga untuk meraih sukses dunia akhirat justru tumbuh sia-sia tidak berguna? Bila jawaban kita “Ya” berarti kita sepakat bahwa Anak adalah asset masa depan. 

Hampir semua orang mengamini bila dikatakan bahwa anak adalah asset masa depan. Tidak heran bila banyak orangtua yang berusaha banting tulang, memeras keringat, dan rela jadi “pemain sirkus” demi keberhasilan anak. Karena mereka sadar anak jadi sandaran hidupnya kelak di hari tua. Kalau kita sepakat dengan pernyataan di atas, tentu kita berlomba menyiapkan anak agar kelak dia menjadi sebuah asset yang berharga menenangkan, membanggakan dan menjadi Qurotaayun atau sedap dipandang mata dengan memiliki akhlak mulia, dan sukses dunia akhirat. Coba bayangkan orangtua mana yang tidak ingin sukses dalam mendidik anak. Karena anak adalah asset masa depan jadi tidak ada salahnya dong, banyak orangtua yang mencuri start. Maksudnya? Mereka benar-benar menyiapkan sejak anak itu masih di dalam kandungan. Bahkan bayi itu belum lahir pun, mereka kadang sudah berkhayal bahwa kelak anaknya akan menjadi presiden, politikus, dai, professor atau penulis hebat. 

Semua itu bukan mimpi, atau isapan jempol kita bisa menyiapkan anak sejak dini agar menjadi asset yang berharga. Mau tahu caranya mari kita bahas bersama dan kita pelajari beberapa langkah yang harus disiapkan agar asset masa depan kita yang berupa anak ini benar benar terwujud dan membuat kita puas bahwa perjuangan kita dalam mendidik mereka tidak sia-sia. Untuk meraih suatu asset tidak semudah membalikan telapak tangan. Disana ada ketekunan, perjuangan, pengabdian, kasih sayang, dan usaha yang pantang menyerah.
Read More