Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan

Menikmati Kenyamanan Pesawat Turkish Airlines

astutiamudjono.wordpress.com | Rabu, Maret 05, 2014 | 14 Comments so far

Travelling kami ke Turki memang sudah direncana 6 bulan sebelumnya. Ide travelling ini dirancang oleh adik saya yang memang hobi travelling. Rencana travelling keluarga ini sebenarnya mau ke Hongkong dan singgah ke Kuala lumpur dengan pasangan masing-masing. Tapi entah mengapa rencana itu berubah total. Setelah direncana ulang yang muncul justru travelling ke Turki dengan agenda sambil nengok keponakan yang kuliah disana dengan bea siswa dari Pasiat Turki yang ada di Indonesia.

  
 Kami tiga bersaudara sedang transit di bandara Changi sebelum meneruskan perjalanan ke Turki
Saya sebagai penggembira, tentu saja  Yes oke, oke saja dengan rencana keren itu. Alhamdulillah dengan doa dan ikhtiar saya berusaha mewujudkan mimpi travelling saya menjadi nyata. Saya sempat putus asa karena ketika menghadap ke Kepsek atasan saya, beliau tidak berani member izin, saya harus izin langsung ke Pak Wali lewat Dikpora, karena ada aturan PNS terutama guru tidak boleh bebergian ke Luar Negeri pada hari kerja efektif.

Tapi keinginan yang kuat dan semangat untuk bisa mewujudkan rencana itu, saya langsung ke BKD dan konsultasi hingga akhirnya saya diminta untuk membuat usulan cuti besar yang belum saya ambil selam 6 tahun ke belakang. Bermodal aturan itu saya bisa lolos dan dapat izin dengan embel-embel Tunjangan fungsional saya dipotong pada gaji di bulan maret 2014. Whatever lah, nikmat yang akan saya dapatkan insyaallah lebih besar dari potongan itu.

Sebelum hari H, saya siapkan tugas dan guru pengganti selama saya tinggal traveling, urusan rumah, dan lingkungan juga beresi. Adik saya sempat kasih saran agar saya datang ke Jakarta ngepas jumat siang tgl 14 -02-2014 juga ngga apa-apa, karena kami terbang ke Turkinya masih malam hari Jam !9.00 berkumpul di bandara Soeta. Tapi tikek PP Jkt Solo sudah saya siapkan jauh-jauh hari dengan hunting tiketpesawat  promo. Alhamdulillah ada hikmahnya di balik itu semua, saya sempat menangis ketika saya lihat di beberapa chanel TV disiarkan bahwa jumaat pagi penerbangan dari Solo, Yogyakarta dan Surabaya ditutup sementara karena imbas dari debu gunung Kelud yang meletus.

Subhanallah, Allah masih mengizinkan saya melangkah tadabur alam ke bumi Turki bersama kedua adik saya. Terima kasih ya Allah untuk kesempatan yang Kau berikan pada hambaMu ini. Saya coba merenda tulisan sederhana untuk memulai kisah perjalanan saya. Semoga bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi pembaca.

 Sumber: http://citizensplatform.net/2013/12/turkish-airlines-commences

Ah saya semakin tertarik saja untuk bisa mengenal Turki dari dekat. Saat ini memang Turki jadi tujuan wisata yang cukup diminati apalagi dengan adanya paket Umroh plus, banyak biro perjalanan yang memasukkan Turki sebagai tujuan wisata tambahan sebelum umroh maupun sesudah umroh. Seperti ketika kami berangkat kemarin, pesawat dipenuhi oleh jemaah umroh yang mampir ke Turki dulu baru umroh. Selain itu pesawat Turkish Airlines yang kami tumpangi juga transit di Changi Singapura untuk ambil penumpang selama 45 menit. Masuk pesawat lagi kami mengalami pemeriksaan yang sangat ketat.

Oh ya mau kasih apresiasi juga untuk crew dan perusahaan Turkish Airlines dengan pelayanannya yang super walau kami sebagai penumpang economy class. Mereka melayani dengan professional, dari mulai kelengkapan yang diberikan pada kami. Ada seperangkat perlengkapan yang kami dapat berupa, kaos kaki, odol dan sikat gigi, krim pelembab dan penutup mata warna hitam dan sepanjang sandal flannel yang empuk. Makanan yang mereka sajikan juga cukup baik, dibanding ketika saya naik pesawat Garuda ketika menunaikan haji di tahun 2006.

Saya sempat mencatat menu yang disuguhkan oleh crew Turkish Airlines untuk saya share disini .  Beverages ada, Spirits, Gin, Vodka, dan Raki (minuman keras khas Turki yang terbuat dari anggur dan adas manis yang disuling sebanyak dua kali ), wines, Beers merek Tuborg atau Efes Pilsen buatan Turki. Juicenya ada Orange juice, tomato juice, Homemade lemonade with fresh mint, softdrinknya ada Cola, cola light, fizzy drink dan mineral water, kalau yang minuman hangat ada teh  dan kopi boleh ditambah susu.



Menu  yang disajikan di Turkish Airlines  Jkt-Singapura -Istanbul
Sedangkan untuk menunya..dalam perjalanan Jakarta ke Singapura dihidangkan Smoked Turkey breast sandwich  dan strawberry cake yang super manis. Melintas singapura menuju Istanbul mulai keluar makanan khas Turkiye yaitu Zucchinis in olive oil mixed green salad. Aneka sayuran dengan irisan keju yang gede, asinan buah zaitun yang pahit, asin dan agak getir. Untuk main menunya Grilled chiken Breast plus herbed butter ratatouille atau rosemary potatoes. Ayam panggang plus kentang dan pernak perniknya yang rasanya ngga menyelera sama sekali kalau ngga ditambah garam dan merica. Atu boleh pilih Deep fried tofu plus mixed vegetables dan tawara rice. Nasi khas Turki yang ditumis dengan minyak zaitun . sedang penutupnya masih ada apple cake.

Sebelum pesawat landing masih ada menu lain yang dihidangkan yaitu Fresh Fruit  Salad, selection of cheese dan scrambled eggs plus herbed tomato  dan fried potatoes. Masih ditambah lagi ovenfresh bread selection dengan butter atau jam. Benar-benar kami dimanjakan dengan pelayanan yang super.

Turkish Airlines punya cara tersendiri untuk membunuh rasa bosan penumpangnya dengan memberi fasilitas hiburan yang bisa kami pilih di dalam pesawat. Tangan saya mulai iseng mencoba  layar yang ada di depan kursi di hadapan saya. Kadang saya gunakan remotenya kalang saya coba juga dengan mengusap layarnya. Banyak fasilitas yang bisa kami pilih dari layar itu, ada entertiment dari mulai film komedy, drama, action atau musical. MP3, info berupa map atau peta  yang menggambarkan ketinggian pesawat, suhu, sedang berada di atas negara mana, berapa jam lagi akan tiba, sekaligus kesesuaian waktu di Istanbul, Singapura, dan waktu setempat, sehingga kami bisa mengira-ngira kapan harus sholat subuh dan sholat zuhur dan asar yang kami jama’ sebagai musafir yang mendapat kemudahan dalam melaksanakan kewajiban sholat.




Ketika pesawat Turkish Airlines hampir tiba di Bandara Istanbul (koleksi pribadi)
Untuk penggila games juga disediakan menu games untuk anak-anak dan dewasa. Masih ditambah lagi info lain tentang milis yang bisa diikuti sebagai anggota dengan iming-iming diskon yang menggiurkan. Itulah sebabnya Turkish Airlines mendapat reward yang bagus dari persatuan perusahan penerbangan yang ada di dunia. Terbayang cucu saya pasti senang sekali bila diajak dan bisa ngegames sepuasnya.



 Salah satu games yang sempat saya lihat di layar yang ada di depan kursi pesawat yang saya tumpangi.

Kayaknya saya  harus kasih info tentang toilet yang ada di pesawat juga ya. Ini juga penting loh. Menurut saya sih toilet ini masuk standard untuk pesawat berbadan lebar yang bisa membawa penumpang kurang lebih 300 penumpang ada 6 toilet depan, tengah dan belakang masing-masing dua. Ada yang agak luas ada juga yang pas mantap. Keadaan toilet cukup bersih dan dilengkapi dengan  cologne yang lumayan segar baunya. Jadi kami bisa cuci muka dan gosok gigi sebelum turun dari pesawat.

Alhamdulillah ngga lama setelah saya bebenah, pesawat dengan mulusnya mendarat di bumi Istanbul. Suasana masih pagi belum terlihat aktivitas yang berarti selain berseliweran banyaknya manusia dari berbagai negara dengan penampakan yang colorful. Lagi lagi saya bersyukur bisa berbaur dengan sesama ciptaan Allah dari belahan bumi Eropa. Rombongan bergegas menuju meja imigrasi dan kami antri dengan rapi sambil mata menebar pandangan untuk merekamnya dalam memori otak saya. 

Selesai melewati imigrasi, kami tinggal ngecek bagasi. Hehe kami harus menyiapkan uang satu Turki Lira yang dikurs dengan rupiah sekitar Rp.5750,- untuk bisa menggunakan trolley yang mempermudah kami membawa barang dari keluar dari bandara.

 Bantal anti tenggeng yang selalu menyertai saya dalam perjalanan

Kami belum memegang uang Turki Lira, waktu di bandara Soeta , saya sempat nguping dari pemandu Umroh dari Bandung yang menginfokan kalau tukar uang jangan di bandara Ataturk Istanbul, tapi tour leader kami justru menganjurkan yang belum punya Turki Lira untuk segera menukarkannya di bandara, karena nanti seharian belum tentu ketemu tempat “money changer” , manutlah kami. Ternyata ketika menukar kami dikenai biaya atau tax sebesar 25 Turki Lira tiap $ 100. Sehingga dari $100 kami mendapat tukaran sekitar kurang lebih 200 Turki Lira .

Hallo Istanbul we're coming...


Read More

Jalan jalan ke Mevlana Muzesi

astutiamudjono.wordpress.com | Senin, Maret 03, 2014 | 14 Comments so far
Alhamdulillah, setelah dari Hanem art pagi ini kami bisa mengunjungi Mevlana Muzesi. Obyek wisata bersejarah di Konya Turki. Museum ini sekaligus makam dari tokoh sastra tasawuf Maulana Jalaluddin Ar-Rumi. Karya besarnya sangat diminati oleh kalangan muslim dan non muslim.


Saya mencoba merangkai apa yang saya rasakan dan lihat di museum ini. Setelah turun dari Bus yang kami serbu pertama kali adalah Toilet, maklum saat itu udara 9 derajat celcius bagi orang Indonesia membuat orang cepat merasa ingin pipis lagi pipis lagi.


Sebelum masuk obyek wisata tour leader kami yang asli orang Turkiye  langsung stand by di tempat yang strategis dan memberi info teknisnya supaya tidak tersesat, disiplin dan menikmati travelling ini dengan enjoy. Toilet ada dimana, tempat wudhu, letak masjid, dan views yang bagus untuk ambil foto.

Tour leader kami yang bernama Bulent ini sangat menguasai kisah dari tiap obyek wisata yang kami kunjungi, setengah jam sebelum sampai tempat tujuan dia sudah nyerocos dengan bahasa Inggris yang fasih menjelaskan Mevlana Muzesi dengan gamblang.
                  Kubah Hijau tortoise khas Museum Mevlana Rumi 

                  
Mevlana Muzesi, adalah sebuah situs yang terletak di  seberang Gunung Aleaddin di kelilingi masjid-masjid dan makam-makam. Setiap tahun, ribuan orang tanpa memperhatikan hari apa, datang mengunjunginya, untuk mendapatkan sesuatu, untuk mendapatkan inspirasi, untuk mencoba mempelajari misteri umat manusia. Saat ini, Maulana Jalaluddin Rumi adalah cahaya harapan di dunia yang pesimis ini  tidak hanya bagi umat Muslim  tapi untuk semua umat manusia. 
Kami langsung menuju pintu museum yang megah mengambil plastik sebagai alas kaki, karena bukan musim liburan dan hari kerja jadi suasana tidak terlalu ramai kami bisa masuk dengan leluasa dan sayup terdengar musik seruling khas sufi yang syahdu sehingga mampu membuat hati ini tersentuh hingga meneteskan airmata. Mulut ini komat kamit mengucap salawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, karena ajarannya yang meluas di muka bumi dan sungguh Islam menjadi rahmatan lilalamin. Gedung utama itu memang menyatu antara makam Rumi, ayahnya dan anak cucunya dengan museum dimana dipajang berbagai macam Al’Quran dengan berbagai ukuran dan sebagian benda peninggalan Rasul yang diklaim dan dipamerkan di museum tersebut.
 Bagian dalam dari museum dengan makam Mevlana https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5966174853131489125#

Ruangan dalam makam  dihiasi dengan kaligrafi indah dan dilapisi relif-relif. Ruangan itu untuk menghormati para darwis yang menemani Maulana dan keluarganya dalam perjalanannya menuju Turki. Di sana ada juga monumen untuk mengingat beberapa anggota terpandang dalam ordo Maulana yang diletakkan di podium yang tinggi.
Museum ini juga dulunya merupakan rumah pondokan bagi para darwis (praktisi Sufi) ordo Maulana. Maulana (Rumi) menginspirasi berdirinya darwis ordo Maulana atau darwis ordo Maulana atau Darwis Berputar, dinamakan demikian karena upacara mereka yang disebut Sema, dimana mereka mengingat Allah melalui gerakan-gerakan berputar.

Maulana lahir pada tanggal 30 September 1207, di Belkh (Balkh) Afghanistan sekarang ini. Ayahandanya Baha ud-Din Walad adalah seorang cendikiawan. Ayah Maulana beserta  seluruh keluarganya dan sekelompok pengikutnya pindah dan menetap selama tujuh tahun di Karaman sebelah selatan Turki tengah. Di sana, pegawai pemerintahan menyambut  dan menunjukkan  rasa hormat yang mendalam  pada Maulana  dan Ayahandanya. Selanjutnya,  karena undangan yang terus  menerus dari sultan Seljuk, Ala’ al-Din Kayqubad, keluarga Maulana pindah ke Koniah, Turki dan akhirnya menetap di sana.

Selama masa hidupnya Maulana lebih banyak tinggal di Koniah dan membuat karyanya di sana. Karya terbesarnya adalah “Masnawi” enam volume. Berisi kira-kira  27,000 baris puisi Persia,  berisi dongeng kehidupan sehari-hari,  ayat-ayat Al-Quran, Hadis (perkataan Nabi), dan metafisik. Tema utama karya Maulana adalah kerinduan dan kebahagiaannya  menyatu dengan Sang Ilahi Tercinta. “Masnawi”,  menurut penyairnya sendiri,  berarti “akar dari akar dari akar agama”.

Sementara bagi umat Muslim, hasil karya Maulana telah dinyatakan semacam Al-Quran Agung kedua yaitu, seperti kitab suci orang Turki, Al-Quran yang Agung dan menjadi pemandu  bagi manusia menuju jalan Masnawi.

                  Kotak tempat tersimpannya jengggot Nabi Muhammad SAW
                  Sumber:  https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5966174853131489125

Selesai memandangi pameran dan tak lupa mencium aroma harum dari sebuah kotak kaca yang diyakini di dalam kotak tersebut berisi jenggot nabi Muhammad kami meninggalkan gedung utama, dan menuju ruang diorama, yang memamerkan sebagian besar peralatan makan, dan peninggalan lain dari Mevlana dan pengikutnya, termasuk visual dari Tarian Sema, tarian ritual. Sema dipentaskan dengan musik yang dimainkan  dengan alat musik seperti kemence, yaitu sejenis  biola kecil dengan tiga senar, halile, sebuah simbal kecil, daire, sejenis tamborin, dan yang lainnya. Maulana sendiri adalah seorang pecinta musik, pernah memainkan  alat-alat musik ini.

                                          Berfoto halaman luar Mevlana Muzesi 19-02-2014

 
Berfoto di replika tungku dapur Mevlana Rumi bersama adik tercinta

Sayang ketika kami mengunjungi museum ini ada beberapa bagian yang sedang direnovasi termasuk, masjid yang berada di sebelah kanan museum, dimana kami sempat sholat sebelum melanjutkan perjalanan ke Sultanhani Caravanserai.



Read More

Wisata ke Putrajaya Kuala Lumpur

astutiamudjono.wordpress.com | Selasa, Januari 14, 2014 | 14 Comments so far


Dok Pribadi 3 Nov 2013
Suara azan subuh  sayup terdengar di luar sana. Saya terbangun dan teringat kalau semalam baru saja tiba di Kuala Lumpur. Rasa penat sudah sirna berganti dengan bayangan acara kami pagi ini yang akan menunjungi Masjid Putra Jaya dan Genting High Land. Setelah berdandan rapi kami ke luar kamar dan menemui tuan rumah. 2 cangkir teh  hangat  sudah tersedia di meja ruang tamu dan segera kami seruput perlahan mengaliri tenggorokan kami dan berefek nyaman di tubuh ini.

Udara segar setelah hujan sangat terasa. Basahnya pepohonan dan jalan aspal yang sebagian masih tergenang air menandakan bahwa hujan cukup deras semalaman. Mengingat perjalanan Hulu Klang ke Masjid Putra Jaya cukup jauh, kami memutuskan sarapan di kedai yang akan kami lalui. Mobil yang kami tumpangi akhirnya parkir di kedai yang terlihat cukup ramai. Terpampang berbagai menu yang tersedia di kedai itu. Ada Nasi Rendang, nasi Lemak, Nasi Kerabu, nasi ayam Percik, yang bernuansa India juga ada seperti Nasi Kandar, Nasi briyani, dan berbagai roti. Ada roti canai, roti telur, dan roti tosai. Saya memilih roti canai telur dengan bumbu curry yang lezat dan segelas teh tarik ( campuran teh yang dicampur dengan susu kental manis ).

Setelah bahan bakar penumpang diisi, mobil melaju ke arah Kota modern Putra Jaya, tujuan kami mengunjungi majid Putra Jaya . Selain masjid di kota modern ini ini terdapat semua kantor pemerintahan, danau, jembatan, dan juga kantor perdana menteri. Kota ini terlihat  sangat modern. Masjid ini merupakan fasilitas yang disediakan pemerintah bagi pejabat dan petinggi pemerintahan Malaysia, dari mulai duta besar hingga pejabat lainnya.

Sungguh infra stuktur yang dibangun Malaysia memang luar biasa. Kubah masjid Putra   berwarna merah jambu identik dengan arsitektur masjid-masjid yang ada di Mesir. Sedang bagian dalam masjid didominasi dengan seni ukir tradisional Melayu yang dilengkapi dengan panel-panel dari kayu.Karena kami datang sebelum waktu sholat zuhur, jadi kami hanya sholat dhuha 4 rakaat.

Terlihat di halaman masjid dan juga di dalamnya wisatawan asing yang non muslim, sehingga ketika meraka masuk ke dalam masjid mereka harus mengenakan pakian yang menutup aurat, berupa jubah berwarna merah cerah. Kami bisa mengambil gambar sesukanya. Tahun 2003 saya pernah ke masjid ini sebelumnya. Waktunya lebih lama dan bisa berjalan-jalan lebih leluasa di halaman sekitar masjid yang di lengkapi dengan pertokoan, perpustakaan.

Keindahan pemandangan dengan danau, jembatan dan hamparan taman yang luas menandakan bahwa masjid ini memiliki konsep pembanguna yang tertata dengan baik. Hmm jadi membayangkan seandainya Ibukota Jakarta dipindah ke luar Jawa. Dan dibuat suatu kota pemerintahan yang ditata dengan benar, pasti tidak akan kalah keren dengan Malaysia dan Putrajaya.

Mengingat waktu yang kami miliki sangat singkat jadi tidak bisa berlama-lama di sana. Kami berncana siang ini juga ke Genting High Land. Yach terpaksa deh walau belum puas berada di Putra jaya kami harus melanjutkan perjalanan.
Read More

Tiga Malam Di Kuala Lumpur

astutiamudjono.wordpress.com | Kamis, Januari 09, 2014 | 2 Comments so far
Iklan tiket promo yang berseliweran di internet membuat hati ini ingin bersilahturahim mengunjungi teman yang tinggal di Kuala lumpur, dan sekaligus menjumpai sahabat pena yang tetap menjaliin persahabatan lebih dari 35 tahun. Hmm passport sudah expired terpaksa buat baru kalau 10 tahun yang lalu saya menggunakan jasa, kali ini saya urus sendiri ke Imigrasi. Bermodal sabar dan mau bolak –balik ke Imigrasi akhirnya dalam waktu dua minggu passport jadi.

Saya niatkan travelling kali ini menengok teman yang sakit dan ingin melihat dunia luar walau Cuma Kuala Lumpur, berharap banyak hal yang menarik yang saya bisa dapati di sana. Sebenarnya saya berencana mau ambil penerbangan Yogyakarta –Kuala Lumpur PP, tapi dengan berbagai pertimbangan kangen anak yang boarding school di MAN IC Serpong, terpaksa jadawal dan rencana perjalanan saya ubah. Solo-Jakarta-Kuala Lumpur dan kembali Kuala Lumpur Jakarta- Solo.

Untuk pembelian tiket saya percayakan pada travel, karena saya masih ragu untuk membeli tiket pesawat via online. Kocek yang saya keluarkan ngga sampai 4 Juta rupiah. Ringgit yang saya bawa Cuma 400 Ringgit. Saya berangkat berdua dengan mantan pacar. Oleh-oleh yang saya bawa 2 paket buku karya saya, 10 kaos khas Solo, makanan berupa abon, sambel pecel, kue Bikan Ambon, karak. Tak lupa pesanan teman saya buku “Bimbingan Umroh dan Haji” ditambah buku roman jawa.

Maskapai yang kami gunakan dari Solo ke Jakarta adalah Sriwijaya, terbang di saat matahari terbenam, terlihat mega indah dan sangat menakjupkan. Di saat cuaca cerah seperti saat ini. Kami tidak menyia-nyiakan moment indah ini, karena memang ada pesan khusus dari cucu tercinta yang minta oleh-oleh foto cantik dan coklat. Berada di ketinggian dan melihat keindahan ciptaan Allah sungguh semakin kuat rasa keimanan saya. Tidak mungkin alam yang indah ini tanpa ada penciptanya.

Solo Jakarta hanya ditempuh dalam waktu 55 menit. Menunggu bagasi kurang lebih 15 menit. Kami harus pindah ke terminal II tempat penerbangan internasional. Karena pesawat Lion yang akan kami tumpangi baru akan berangkat jam 21.00. antri check in kurang lebih 20 menit dan dikenai airport tax khusus internasional Rp.150.000,- mahal ya.

Konon di Dunia hanya ada dua negara yang memberlakukan airport tax internasional yaitu Indonesia dan China. Karena perbedaan waktu KL Jakarta adalah satu jam, otomatis kami akan tiba tengah malam atau bahkan dini hari karena perjalanan ditempuh dalam waktu 2 jam. Kalau tadi Solo Jakarta cuaca cerah, maka perjalanan mala mini diiringi badai dan hujan lebat. Ada perasaan was-was di hati bila sampai terjadi yang tidak diinginkan. Tapi smua dikembalikan pada kepasrahan saja karena segala sesuatu akan terjadi atas izin Allah.

 Akhirnya pesawat mendarat dengan mulus di bandara KLIA ( Kuala Lumpur International Airport) Bandara ini sangat luas dan megah. Kami langsung menunggu kereta yang akan membawa kami ke tempat pengambilan bagasi dan menuju ke pintu keluar. Suasana sepi mungkin ini pesawat yang terakhir datang. Terlihat lambaian tangan Abang Yusoop dan anaknya yang sudah menunggu kami sejak tadi. Alhamdulillah bisa menginjakkan kaki lagi di negeri Jiran setelah kunjungan saya yang pertama di tahun 2003. Mobil melaju kencang menempuh jarak 60 KM untuk bisa sampai di Kondo Menara Rajawali Hulu Klang tempat Keluarga Bang Yusoop. Perjalanan kami cukup lancar. Kami segera masuk kamar yang sudah disediakan melepaskan lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup lama tapi mengasyikkan.
Read More

TELAGA NGEBEL PONOROGO

astutiamudjono.wordpress.com | Jumat, Desember 13, 2013 | Be the first to comment!
Silahturahmiku dan keluarga ke Madiun pada hari Raya tahun 2010 membawa kenangan yang begitu indah. Kami yang tinggal di Solo punya besan asli orang desa Delopa Madiun. Perjalanan ini kami tempuh dengan mengendarai sepeda motor. Kami sengaja memilih jalur selatan sehingga rute perjalanan kami, Solo, Sukoharjo, Wonogiri, Slogohimo, Ponorogo sampailah Delopo Madiun. 

Kami berangkat dari rumah masih agak pagi. Setelah sholat subuh kami mulai berkemas kemas berangkat menuju Madiun. Melewati rute ini sangat menyenangkan selain pemandangannya yang indah, jalannya yang berliku liku dan naik turun, sepanjang jalan kami bisa menikmati pemandangan hamparan ladang kering dengan latar belakang bukit bukit yang begitu indah dan menawan. 

Perjalanan ini cukup jauh tapi karena Kami menikmati perjalanan ini jadi suasananya tetap saja asyik. Kami juga sengaja membawa bekal yang kami siapkan untuk sarapan kami, jadi begitu melewati batas kota Wonogiri, Kami pun berhenti dan menikmati sarapan pagi kami. 

Akhirnya kami sampai juga ke tempat tujuan Desa Delopo Madiun. Ketika melewati kota Ponorogo ada sesuatuyang begitu menggoda yaitu petunjuk arah menuju ke Telaga Ngebel. Tulisan itu membuat kami penasaran dan ingin mengunjunginya. 

Maka ketika sampai di Delopo siang hari bercengkrama dengan besan dan cucu tercinta kami pun mewujudkan keinginan kami menuju ke Telaga Ngebel. Berangkat lah kami dengan mengendarai sepeda motor. 

Telaga Ngebel terletak di daerah wewengkon (Jawa: kuasa) kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sekitar 25 km dari pusat kota Ponorogo. Bisa diambil melalui jalan raya Madiun-Ponorogo ke arah timur, bisa juga mulai ambil dari jantung kota Ponorogo. Sepertinya Pemkab Ponorogo serius dalam mengelola tempat wisata ini, terlihat dari banyaknya papan penunjuk arah menuju ke Telaga Ngebel di sepanjang perjalanan. Jalanan pun dibuat hotmix, meskipun tidak seluruhnya. 

Telaga Ngebel berada di ketinggian 734 dpl (di atas permukaan laut), akses jalan menuju ke telaga ini cukup sempit dan terjal. Ada tikungan menanjak dan berkelok-kelok. sebelum sampai ke telaga Ngebel. Namun ketika sampai di dekat telaga ternyata, di sekeliling telaga terdapat jalan searah yang mengantarkan kita menyusuri setiap sudut telaga yang dihiasi oleh hutan kecil yang cukup rimbun ini. 

Subhanallah pemandangan di sekitar Telaga Ngebel begitu indah. Sungguh kami merasa bersyukur bisa menikmati pemandangan yang begitu indah, udara yang sejuk, manisnya durian lokal. Ketenangan suasana di sekitar telaga sungguh membuat hati dan pikiran serasa plong. 

Sebenarnya di Telaga itu juga ada wisata air, tapi kami tidak berani naik perahu itu. Jadi cukup puas setelah menikmati keindahan alam dan semilirnya angin menjelang sore hari yang cerah. Gambar di bawah ini bisa mewaliki bayangan pembaca tentang telaga Ngebel.


Read More