Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan

Korupsi Itu Haram, Nak

astutiamudjono.wordpress.com | Jumat, Oktober 06, 2023 | Be the first to comment!
Sudahkah kita mengajak anak didik kita menyikapi issue-issue terhangat di sekitarnya dengan maksud agar mereka peka dengan kehidupan ini? Guraruers di sela-sela mengajar kita bisa menyelipkan sesuatu yang berharga untuk memperbaiki akhlaknya. Tujuannya memberi benteng yang kuat agar menjadi manusia yang mulia.

Anak didik kita perlu diberi pengertian bahwa korupsi itu haram. Berbagilah dengan anak didik kita disaat yang memungkinkan. Ya pandai-pandainya kita memasukkan pesan tentang korupsi itu haram. Agar bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat dan kuat jauh dari korupsi.

Pemuda adalah aset zaman yang paling menentukan kondisi zaman tersebut di masa depan. Dalam skala yang lebih kecil, pemuda adalah aset bangsa yang akan menentukan mati atau hidup, maju atau mundur, jaya atau hancur, sejahtera atau sengsaranya suatu bangsa. Maka sudah sepantasnya bila generasi muda ikut berperan aktif dalam melawan korupsi.

Belajar dari masa lalu, sejarah telah membuktikan bahwa perjalanan bangsa ini tidak lepas dari peran kaum muda yang menjadi bagian kekuatan perubahan. Hal ini membuktikan bahwa pemuda memiliki kekuatan yang luar biasa. Tokoh-tokoh sumpah pemuda 1928 telah memberikan semangat nasionalisme bahasa, bangsa dan tanah air yang satu yaitu Indonesia. Peristiwa sumpah pemuda memberikan inspirasi tanpa batas terhadap gerakan-gerakan perjuangan kemerdekaan di Indonesia. Semangat sumpah pemuda telah menggetarkan relung-relung kesadaran generasi muda untuk bangkit, berjuang dan berperang melawan penjajah Belanda.

Untuk konteks sekarang dan mungkin masa-masa yang akan datang yang menjadi musuh bersama masyarakat adalah praktek bernama Korupsi. Fakta bahwa korupsi sudah sedemikian sistemik dan kian terstruktur sudah tidak terbantahkan lagi. Ada cukup banyak bukti yang bisa diajukan untuk memperlihatkan bahwa korupsi terjadi dari pagi hingga tengah malam, dari mulai soal pengurusan akta kelahiran hingga kelak nanti pengurusan tanah kuburan, dari sektor yang berkaitan dengan kesehatan hingga masalah pendidikan, dari mulai pedagang kaki lima hingga promosi jabatan untuk menduduki posisi tertentu di pemerintahan.

Oleh karena itulah, peran kaum muda sekarang adalah mengikis korupsi sedikit demi sedikit, yang mudah-mudahan pada waktunya nanti, perbuatan korupsi dapat diberantas dari negara ini atau sekurang-kurangnya dapat ditekan sampai tingkat serendah mungkin.

Oya sila kunjungi ya http://astutianamudjono.blogspot.com/2014/01/bahagia-itu-milik-kita_2739.html, semoga bisa menginspirasi dan berbagi.

Read More

Rabu Ceria Bersama Indari Mastuti dan IIDN Soloraya

astutiamudjono.wordpress.com | Minggu, Februari 09, 2014 | 7 Comments so far
 
Di depan Tiga Serangkai setelah seharian bersama Indari Mastuti
Terdampar di IIDN sejak tahun 2010 membuatku jatuh cinta pada pendirinya. Pendirinya adalah seorang ibu muda, muslimah yang sungguh luar biasa dengan jutaan ide yang ada di kepalanya. Dia adalah Indari Mastuti. Sebagai penggemar beratnya aku ikuti semua sarannya tentang menulis yang diposting hampir setiap hari dengan kemasan yang sangat menarik.

Kemauan dan niat yang kuat dengan quote “ Better Late Never”  maka tahun 2013 jadi tahun keberkahan dalam hidupku. Subhanallah 3 tulisanku berhasil aku wujudkan dalam bentuk buku. Dua novel Hidayah yang diterbitkan secara Indie dan satu buku parenting yang diterbitkan secara mayor. Terima kasih Mba Indari untuk semangat dan motivasinya.

Alhamdulillah akhirnya aku bisa sharing di dunia nyata dengan Mba Indari yang sudah aku impikan sejak lama. Perjuanganku untuk bisa Kopdar dengan Mba Indari tidak datang begitu saja. Kalau aku tidak aktif membuka akun FB dan mengikuti kegiatan IIDN pusat maupun yang di Yogyakarta. Aku tak akan pernah tahu kalau di Solo pun ada Korwil IIDN Solo. Sempat membayangkan bergabung ke Yogyakarta agar bisa Kopdar dengan Mba Indari di tanggal 04-02-2014 hari Selasa. Lalu aku disarankan untuk gabung dengan IIDN yang ada di Solo


.                                                    Narsis lagi bersama IIDN Soloraya

Allah memudahkan lagi langkahku merapat di IIDN Soloraya. Rumah yang akan digunakan untuk Kopdar tanggal 5 ada Solo selatan dan tidak terlalu jauh dari rumahku. Tapi karena Yang Kung kurang mengenal daerahnya maka aku putuskan untuk survey dulu sebelum hari H. Ini penting karena aku tidak mau harus spaneng bertanya kesana-kemari untuk mencari alamat rumah Mba Candra pada hari H.

Demi bisa mengikuti acara road shownya Mba Indari di lima kota (Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Tasik ) aku nyegat yang di Solo saja. Alhamdulillah bisa tukaran jadwal sama teman yang ngajar di jam pertama sehingga bisa meninggalkan sekolah tanpa meninggalkan murid.

Sebelum berjumpa dengan Mba Indari aku sudah membayangkan pasti orangnya jaim, dan “agak gimana gitu”. Eh ternyata dugaanku salah. Ibu muda yang kaya prestasi di bidang tulis menulis, dan penerbitan buku indie ini, begitu “heboh & rame”, punya misi, visi dan semangat yang luar biasa untuk memajukan Ibu-ibu untuk melek internet dan literasi.

Mba Indari dengan suara serak tapi penuh semangat menceritakan perjalanan hidup, dan karirnya merintis IIDN dan kecintaannya pada menulis. Dan mimpinya agar para ibu yang hobi nulis punya wadah dan bisa berbagi.Mba Indari juga memberi rahasia time managementnya dengan " To do List" nya super keren.

Pokoknya Ibu muda yang satu ini sungguh luar biasa. Jadi punya ide nich buat buku kroyokan sama IIDN Soloraya untuk nulis, kenangan dan ilmu apa yang didapat dari seorang "Indari Mastuti" wah pasti seru nich.
Disudahi dulu ya tulisan ini, lain kali disambung deh. Ini mo prepare travelling ke Turki.


Read More

Mengapa Integritas Guru Begitu Lemah?

astutiamudjono.wordpress.com | Sabtu, Desember 14, 2013 | Be the first to comment!
Seseorang dapat dikatakan berkarakter jika telah berhasil menyerap nilai dan keyakinan yang dikehendaki masyarakat serta digunakan sebagai kekuatan moral dalam hidupnya. Yang dilandasi hakekat dan tujuan pendidikan.Berarti ia memiliki kepribadian yang ditinjau dari titik tolak etis atau moral, seperti sifat kejujuran, amanah, keteladanan , atau pun sifat-sifat lain yang melekat pada diri pendidik. Kenyataan, betapa lemahnya integritas guru terhadap pekerjaannya, betapa lemahnya amanah yang diemban oleh guru, dan belum bisa dijadikan teladan. Tiap tahun ada berbagai bentuk kecurangan dan pelanggaran pada saat pelaksanaan UN. Sehingga system pendidikan jadi rusak. Pentingnya Pendidikan berkarakter. UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang system Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Pasal 3 menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Karakter bisa diubah melalui pendidikan. Hal ini sesuai dengan ayat yang berbunyi:…. Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri sendiri….. (Ar Ra’d/13;11) Platform pendidikan berkarakter bangsa Indonesia dipelopori oleh Ki Hajar Dewantoto, walaupun belum sepenuhnya dapat diterapkan oleh bangsa ini. Yang berbunyi: Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mbangun karsa, Tut wuri handayani. Di depan memberikan teladan, di tengah membangun kehendak, dan dibelakang memberikan dorongan. Selain itu guru juga memiliki makna “digugu dan ditiru” (dipercaya dan dicontoh) Hal ini secara tidak langsung memberikan pendidikan karakter kepada peserta didiknya. Oleh karena itu profil dan penampilan guru harus menjadi teladan bagi peserta didiknya. Gambaran pendidikan berkarakter bisa dilihat pada syair tembang Dhondhong apa Salak Tembang tersebut mempunyai filosofi dan nilai yang tinggi dan bermakna. Buah kedondong kulitnya halus tapi dalamnya berduri, buah salak, kulitnya kasar tapi dalamnya halus. Keduanya tidak dipilih, yang dipilih buah duku yang kecil, kulitnya halus, dalamnya juga halus. Naik bendi tidak dipilih karena menyakiti hewan, naik becak tidak dipilih karena memeras tenaga manusia. Yang dipilih berjalan pelan-pelan. Jadi betapa indahnya jika nilai pendidikan berkarakter yang ada pada tembang tersebut melekat pada diri insan yang hidup di dunia ini. Di sisi lain juga menggambarkan betapa pentingnya mengarungi aktivitas kehidupan didasarkan kemampuan sendiri tanpa harus memberatkan , merugikan, menyusahkan atau menyengsarakan pihak lain. Kita dapat belajar dari kisah nabi Musa AS dengan Khidir. Khidir sebagai guru dalam mendidik Musa( muridnya) ingin membangun landasan yang kokoh , yaitu membentuk karakter yang kuat pada murid, sehingga ujian mental,terutama kesabaran, kedisiplinan, keuletan yang ditanamkan oleh guru kepada muridnya. Disini terlihat bahwa dalam membangun karakter yang kuat membutuhkan suatu proses tertantu sehingga nilai-nilai yang ditanamkan dapat mengakar. Dari pernyataan tersebut tampak relevan jika tenaga pendidik atau guru harus memiliki karakter yang kuat dalam menjalankan tugasnya di bidang pendidikan . Guru harus memiliki kepribadian khusus yang menjadi ciri khas atau yang membedakan dengan profesi yang lain. Sumber dari Guru Sejati: Membangun Insan Berkarakter Kuat & Cerdas M. Furqon Hidayatullah
Read More